Tuesday, January 17, 2012

5 Ultrabook Paling Panas di CES 2012

Inilah genre laptop paling “hot” tahun ini. Yang menjadi senjata bagi pabrikan PC untuk bertahan dari gempuran tablet. Pada intinya, ultrabook adalah notebook yang dipangkas ukurannya, ditambah daya tahan baterainya, serta makin canggih performanya. Nah, berikut adalah deretan ultrabook yang mencuri perhatian di CES 2012:

Dell XPS 13

Berukuran 13 inci, Dell XPS 13 terbuat dari cangkang alumunium yang sangat ringan. Bidang paling tebalnya hanya 13 mm. Sedangkan beratnya kurang adri 1,4 kg. XPS 13 juga menggunakan kaca Gorilla Glass keluaran Corning yang seola menjadi standar dari smartphone, tablet, dan notebook saat ini. Dell berencana untuk memasarkan XPS 13 pada Februari mendatang.


Hewlett-Packard Envy 14 Spectre
HP Spectre memiliki desain bodi yang sangat elegan. Prosesornya menggunakan Intel Core i5-2467M, 4GB RAM, dan 128 GB SSD. Tak hanya itu, ultrabook ini juga dilengkapi teknologi Near Field Communication (NFC). Kibornya dilengkapi teknologi backlit radiance, yang akan mendeteksi kehadiran penggunanya. Nama Spectre dipilih untuk membangkitkan misteri. Baterai ultrabook ini bisa bertahan 9 jam. Rencananya akan dipasarkan dengan harga USD1.400 pada Februari mendatang.

Series 9 Samsung

Ultrabook Series 9 Samsung ini memang mengejutkan. Bagian paling tebalnya hanya 14,9 mm. Sedangkan beratya cuma 1,59 kilogram. Padahal, layarnya berukuran 15 inci. Untuk seri 13 inci, ketebalannya dipangkas lagi jadi 12,9 mm dan berat 1,15 kg. Kedua model itu mengadopsi Intel Core i5, RAM 8 GB, dan kapasitas penyimpanan SSD 256 GB. Series 9 dapat dibangunkan dari sleep mode dalam 1,4 detik, dengan baterai mampu bertahan sampai 10 jam. Kabarnya, model ini juga akan meluncur pada Februari mendatang.


Acer Aspire S5
S5 memiliki fitur jauh lebih baik dibandingkan S3. Layarnya berukuran 13,3 inci, sama dengan pendahulunya. Yang berbeda adalah ketebalannya yang mencapai 15 mm pada bagian tertipis. Sementara beratnya hanya 1,35 kg.  Ultrabook ini juga menggunakan Intel Core i5 dan i7 dengan prosesor terbaru Ivy Bridge. Perbedaan lain dari S5 adalah port Thunderbolt untuk transfer data lebih cepat, serta USB 3.0 dan HDMI. Kapasitas simpannya sendiri sudah menggunakan SSD.


LG Z330
Z330 berukuran 13,3 inci. Fiturnya, antara lain prosesor Intel Core i7, serta layar beresolusi 1366×768 piksel. Ketebalannya ada dua, yakni 14.7 mm dan 19.9 mm. Sedangkan beratnya 1212 gram dan 1497 gram. Untuk kapasitas penyimpanan, pengguna bisa memilih 120 GB SSD atau 256 SSD pada Z330.

Sembilan Produk 'Bodoh' di CES 2012 - Inilah.com

Las Vegas –Ajang tahunan CES 2012 telah usai Jumat (13/1) lalu. Selama ajang ini ternyata terdapat pula sejumlah gadget 'bodoh'. Apa saja?


Di ajang ini, bertebaran berbagai produk baru, baik yang memukau maupun yang tidak. Berikut sejumlah produk yang menjadi juara gadget terburuk di ajang ini seperti dikutip HuffPost.


iNuke, Dock iPod seharga Rp275,7 juta


Behringer membuat dock iPod seberat 350kg yang dijual seharga US$30 ribu.


Case iPhone yang cocok dengan Jimmy Choos Anda


Cellairis membuat beberapa produk glamor dan ia membuat case iPhone yang dipasangkan dengan sepatu. Bagaimana menurut Anda?


Mesin olahraga yang mengguncang lemak Anda


Produk Jepang buatan Fujiiryoki ini akan mengocok lemak Anda dan membuat Anda berguncang-guncang.


Robot pemurni udara


Sebuah robot yang mampu memurnikan udara yang bisa mengikuti Anda pergi.


Tablet Antiair Fujitsu


Bagi Anda yang sering bermain dengan air, Fujitsu Arrows bisa menjadi pilihan Anda.


Lensa kamera Sigma 200-500mm


Lensa kamera yang bisa melihat obyek dengan jarak sangat jauh ini dijual seharga US$25.999 (Rp239 juta).


Teknologi gambar timbul Casio


Garis tekstur teknologi ini memang menawan namun neon pink yang ada?


Mr Marinator


Perangkat ini akan memarinasi daging Anda secara otomatis.


Pelindung matahari berlayar


Pelindung matahari biasanya memiliki kaca di baliknya. Namun kini Anda memiliki layar. Jadi bagaimana jika Anda ingin mengecek apakah ada sisa makanan di gigi Anda jika kaca yang ada diganti layar?

COSTA CONCORDIA: 3 Asuransi tanggung klaim 405 juta euro

Assicurazioni Generali SpA, RSA Insurance Group Plc, dan XL Group Plc adalah perusahaan asuransi yang memproteksi kapal pesiar mewah The Costa Condordia, yang tenggelam di Pantai Tuscan, Italia, pekan lalu.

Ketiga perusahaan asuransi tersebut diperkirakan menanggung klaim asuransi sebesar 405 juta euro atau sekitar US$512 juta.
Analis asuransi dari Shore Capital Group Ltd Eamonn Flanagan mengatakan klaim yang ditanggung perusahaan asuransi sangat besar. Sebab, perusahaan asuransi tidak hanya membayar kerugian fisik kapal pesiar tetapi juga proteksi jiwa penumpang Costa Concordia.

Kapal pesiar milik Carnival Corp ini tenggelam setelah menabrak sebuah karang di Pantai Tuscan, perairan Italia pada 13 Januari lalu. Kapal tersebut membawa sekitar 4.229 penumpang berserta kru kapal, berlayar dari Roma menuju Palermo, Cagliari, Palma, Barcelona, dan Marseille.

Menurut Flanagan, kerugian akibat kecelakaan tersebut berpotensi memengaruhi industri asuransi dan reasuransi secara global. Perusahaan asuransi bisa mengklaim kembali pada penangggung asuransi tanggung gugat (liability) Carnival Corp jika kapten kapal terbukti bersalah menyebabkan kecelakaan.
Berdasarkan keterangan suatu perusahaan asuransi di Italia, Generali merupakan perusahaan asuransi yang bergerak di bidang proteksi risiko yang dialami Costa Concordia.

Adapun, kerugian asuransi yang dibebankan kepada RSA diestimasi mencapai jutaan euro. Perusahaan asuransi XL adalah ketua konsorsium asuransi kapal pesiar Costa Concordia.

ABK Indonesia: Air yang Masuk Tak Secepat Titanic

Para penumpang tiba di Porto Santo Stefano setelah kapal pesiar yang mereka tumpangi karam di pulu Giglio, Italia, Sabtu (14/1). REUTERS/Remo Casilli. Citra Anggraini, Awak kabin yang bekerja di Restoran Kapal Costa Concordia menceritakan awal karamnya kapal itu pada Jum'at pekan lalu. Sekitar pukul 9.40 malam waktu setempat tiba-tiba kapal oleng dan miring ke kiri yang menyebabkan hampir semua penumpang panik. Selama 20 menit kapal itu miring ke kiri diiringi mati lampu.

"Saat miring, aneka barang pecah belah jatuh dan penumpang panik," katanya ketika dihubungi Tempo lewat sambungan telepon internasional Senin 16 Januari 2012 kemarin.

Tak berapa lama, kapal kembali tegak pada posisi semula. Ia bersama rekan-rekannya awak kapal mengemasi semua barang yang rusak dan menenangkan kepanikan para penumpang. Tiba-tiba kapal kembali miring ke arah kanan. Posisi inilah yang menelan banyak korban tewas dan luka-luka. "Untungnya saya cepat mengambil pegangan," ujarnya.

Ia menuturkan kejadian yang dialaminya mirip di film kandasnya kapal Titanic yang pernah ditontonnnya dulu. Hanya, kapal Costa jelas lebih modern. "Sistem pengamanannya lebih canggih, air yang masuk ke kapal tidak secepat yang di Titanic, kami masih sempat menyelamatkan penumpang dan diri sendiri," tuturnya.

Semua peralatan mulai jaket pelampung dan kapal pelampung cukup memadai untuk penyelamatan. Ia bercerita sempat menyelamatkan seorang bapak dan putranya yang berumur 3 tahun. Mereka sangat panik. "Terpaksa saya harus menggendong putranya itu. Agar bisa cepat dipindahkan ke kapal pelampung," jelasnya.
Citra sempet keder karena nyawanya jadi taruhan saat menyelamatkan penumpang lebih dahulu. Kapal dari tegak sampai miring penuh hanya berjarak waktu 1 jam 40 menit. "Saya trauma dengan kejadian ini, tapi saya berpikir dengan standar penyelamatan yang cukup baik, semua akan baik-baik saja," katanya. Dia memang pernah mengalami kejadian kapal miring karena cuaca buruk. "Tapi tak separah ini."

Setelah kejadian nahas ini, Citra tak akan meninggalkan pekerjaannya. Pasalnya, sudah 4 kali berlayar dan bekerja di kapal 3,5 tahun. "Mungkin setelah pulang ke Indonesia nanti saya tetap bekerja di sini."

Bongkar Muat, Kapal Kargo Meledak

Belum tuntas proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab kecelakaan kapal pesiar Costa Concordia di Italia, kecelakaan laut kembali terjadi. Kali ini di perairan Korea Selatan (Korsel).
Sebuah kapal kargo milik Korea Selatan (Korsel) meledak usai bongkar muat minyak di perairan dekat Pulau Jawol, sekitar 32 kilometer dari kota pelabuhan Incheon di pesisir barat Korsel, Minggu (15/1). Akibat ledakan itu, delapan orang yang terdiri atas lima warga Korsel dan tiga warga Myanmar masih hilang hingga saat ini. Pencarian korban masih terus dilakukan penjaga pantai dan Angkatan Laut Korsel.

Pemilik kapal menduga, kapal meledak akibat kebocoran bahan bakar dari tangki. “Kami yakin, ada yang salah selama proses pengeluaran bahan bakar yang tersisa dari tangki minyak,” terang dari Doora Shipping, perusahaan pemilik kapal, kepada kantor berita Yonhap, Jepang. “Kapal tersebut biasanya mengirimkan solar. Tetapi, sekarang (kemarin) memuat bensin. Saat ini kami tengah menyelidiki adakah kaitannya dengan ledakan tersebut,” tandasnya.

Ledakan itu menyebabkan kapal seberat 4.198 ton itu setengah tenggelam. Pihak Penjaga Pantai Korsel menepis kemungkinan insiden ini disebabkan aksi permusuhan Korut. “Ledakan ini terjadi jauh di sebelah Selatan perbatasan laut dengan Korea Utara. Kecil sekali kemungkinan ini disebabkan aksi Korut,” tutur juru bicara Penjaga Pantai Korsel.

Ini Dia Sembilan Produk Baru Terheboh di CES 2012

Ini Dia Sembilan Produk Baru Terheboh di CES 2012

Pemilik Costa Concordia Salahkan Kapten Kapal

Kapten kapal Costa Concordia Francesco Schettino (kanan) ditangkap oleh petugas kepolisian di Grosseto, Italia, Sabtu (14/1). REUTERS/Enzo Russo/ANSA

Penyebab karamnya kapal pesiar mewah Costa Concordia di pesisir Italia mulai terkuak. CEO Costa Cruises, Pier Luigi Foschi, pemilik kapal Costa Concordia, kemarin menyebutkan bahwa kapten kapal membuat penyimpangan "tak diterima, tak diizinkan" kala berlayar.

Sebanyak enam orang tewas dan sekitar 15 lainnya masih hilang setelah Costa terjungkir menghajar batu karang pada Jumat tengah malam pekan lalu di lepas pantai Tuscan, Italia. Pencarian korban selamat dari kapal bermuatan 4.000 orang lebih itu untuk sementara kemarin ditunda setelah kapal terempas ke bebatuan dan area diliputi cuaca buruk.

Foschi menuturkan, sekitar 500 ribu galon minyak terdapat di 17 tangki terpisah. Sensor-sensor ditempatkan untuk melacak pergerakan gerakan kapal. Sejauh ini tak ada tumpahan dari kebocoran tangki.

Kapten Costa Concordia, Francesco Schettino, 52 tahun, Sabtu pekan lalu ditahan polisi Italia. "Perusahaan akan di samping kapten dan akan memberikan semua bantuan, tapi kita perlu mengetahui fakta-fakta dan kami tidak bisa membantah kesalahan manusia," ucap Foschi dalam konferensi pers di Geno kemarin. Foschi sempat menangis dan berkali-kali meminta maaf.

Menurut Foschi, rute kapal Costa sudah diprogram dan alarm langsung menyala bila mereka keluar jalur. "Rutenya sudah dimasukkan dengan benar," ujarnya. "Fakta mengungkapkan bahwa laju kapal meninggalkan jalur karena semata-mata manuver oleh komandan yang tidak disetujui, tidak sah, dan tidak diketahui Costa."
Foschi menjamin kapal telah secara reguler diperiksa dan sudah dicek menyeluruh pada November tahun lalu. "Kapal itu sangat aman. Ini adalah kejadian perkecualian, yang tidak terduga."
Sebelumnya, pihak Costa Cruises menyatakan bahwa Kapten Schettino berlayar terlalu dekat ke daratan. Namun beberapa penumpang menggambarkan sempat mendengar suara mengerikan begitu kapal menghantam bebatuan pada Jumat, pukul 21.30 waktu setempat.
Kapten kapal Costa, Schettino, yang bekerja selama 11 tahun di Costa Cruises, menyangkal setiap kesalahan, dengan menyatakan bahwa batu-batu karang yang dihantam kapalnya tidak ditandai di bagan baharinya.
"Kami harus memiliki kedalaman air di bawah kami," katanya kepada televisi Italia. "Kami berada di sekitar 300 meter dari bebatuan atau kurang. Kami seharusnya tidak menghantam apa pun." Dia juga membantah tuduhan para jaksa bahwa dia kabur dari Costa sebelum evakuasi selesai.

Banyak pertanyaan muncul mengapa kapal berlayar begitu dekat dengan karang-karang berbahaya dan bebatuan yang menjorok di lepas pantai timur Giglio. Hal ini bersamaan dengan kecurigaan bahwa kapten sengaja bermanuver untuk menghibur para turis di pulau itu. Banyak warga Giglio kemarin mengatakan mereka sebelumnya tak pernah melihat kapal Costa datang terlalu dekat ke area pulau karang "Le Scole" yang berbahaya.